Setelah menjalani sesi bekam, baik itu bekam kering maupun basah, proses pemulihan adalah tahap krusial yang menentukan efektivitas terapi dan kenyamanan Anda. Agar manfaat bekam bisa maksimal dan Anda terhindar dari komplikasi, ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan. Artikel ini akan memandu Anda mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pasca-bekam.

Apa yang Boleh Dilakukan Setelah Bekam?
- Istirahat yang Cukup: Tubuh Anda baru saja melewati proses detoksifikasi. Berikan waktu untuk beristirahat agar energi pulih dan proses penyembuhan berjalan optimal. Hindari aktivitas fisik berat atau pekerjaan yang menguras tenaga setidaknya selama 24 jam.
- Perbanyak Minum Air Putih: Hidrasi sangat penting. Air membantu membuang sisa-sisa racun dari tubuh dan mendukung fungsi organ-organ internal. Minumlah air putih yang cukup untuk mempercepat proses detoksifikasi.
- Konsumsi Makanan Bergizi: Pilihlah makanan yang kaya nutrisi, seperti buah-buahan, sayuran, protein tanpa lemak, dan biji-bijian. Hindari makanan olahan, makanan pedas, atau makanan yang bisa memicu peradangan.
- Jaga Kebersihan Area Bekam: Jika Anda menjalani bekam basah, area sayatan perlu dijaga kebersihannya. Ikuti instruksi terapis mengenai cara membersihkan dan merawat luka agar tidak infeksi. Biasanya, area tersebut akan ditutup dengan plester atau kassa steril.
- Perhatikan Bekas Bekam: Bekas lingkaran merah atau ungu adalah normal dan akan memudar seiring waktu (biasanya 3-10 hari). Anda bisa mengoleskan sedikit minyak zaitun atau madu di area tersebut (setelah 24 jam untuk bekam basah) untuk membantu proses penyembuhan kulit.
Apa yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Setelah Bekam?
- Hindari Mandi atau Berendam Air Dingin (Terutama Setelah Bekam Basah): Sebaiknya tunda mandi setidaknya selama 6-8 jam atau bahkan 24 jam, terutama jika ada sayatan. Air dingin bisa menyebabkan pori-pori menutup terlalu cepat, sementara air kotor bisa meningkatkan risiko infeksi pada luka bekam basah. Gunakan air hangat saat mandi, dan hindari menggosok area bekam terlalu keras.
- Jangan Terkena Paparan AC Langsung atau Angin Kencang: Tubuh mungkin akan lebih sensitif terhadap perubahan suhu ekstrem setelah bekam. Hindari paparan langsung AC atau angin kencang yang bisa membuat tubuh masuk angin atau memperlambat pemulihan.
- Hindari Aktivitas Fisik Berat: Olahraga berat, mengangkat beban, atau aktivitas yang menimbulkan banyak keringat sebaiknya dihindari selama 1-2 hari. Ini untuk mencegah ketegangan otot dan memberi kesempatan tubuh untuk pulih.
- Hindari Hubungan Intim: Beberapa ahli bekam menyarankan untuk menghindari hubungan intim selama 24 jam setelah bekam, karena aktivitas ini dapat memengaruhi energi tubuh yang sedang dalam masa pemulihan.
- Jangan Konsumsi Minuman Dingin atau Berkafein Berlebihan: Minuman dingin dapat menyebabkan kontraksi pembuluh darah, sementara kafein berlebihan dapat membebani sistem detoksifikasi tubuh yang sedang bekerja.
- Jangan Menggaruk atau Mengorek Bekas Bekam: Ini sangat penting untuk mencegah infeksi dan iritasi kulit. Biarkan bekas bekam sembuh secara alami.
Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat memastikan bahwa tubuh Anda pulih dengan baik setelah sesi bekam, dan Anda bisa merasakan manfaat maksimal dari terapi tradisional yang menyehatkan ini.