Lompat ke konten

Mengenal Jenis-Jenis Bekam: Dari Bekam Kering hingga Bekam Api

Ketika mendengar kata “bekam,” kebanyakan orang mungkin hanya membayangkan satu jenis terapi saja. Padahal, bekam memiliki beberapa variasi teknik yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pasien. Memahami perbedaan antara jenis-jenis bekam ini akan membantu Anda lebih menghargai keunikan dan manfaat dari masing-masing metode.

jenis bekam

1. Bekam Kering (Dry Cupping)

 

Ini adalah jenis bekam yang paling sederhana dan sering digunakan. Terapis akan menempatkan cangkir bekam di kulit dan menciptakan hisapan tanpa melukai kulit.

  • Teknik: Terapis menggunakan pompa vakum atau api (dengan teknik khusus) untuk mengeluarkan udara dari dalam cangkir, sehingga menciptakan ruang hampa. Cangkir dibiarkan menempel di kulit selama beberapa menit.
  • Manfaat: Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan sirkulasi darah lokal, meredakan ketegangan otot, dan mengurangi nyeri. Bekam kering sangat cocok untuk mengatasi sakit punggung, leher kaku, atau sekadar relaksasi.

 

2. Bekam Basah (Wet Cupping)

 

Bekam basah dianggap sebagai bentuk detoksifikasi yang lebih intensif dan merupakan jenis bekam yang paling sering disebut dalam literatur pengobatan Islam.

  • Teknik: Sama seperti bekam kering, hisapan dibuat terlebih dahulu. Setelah beberapa menit, cangkir dilepas, dan terapis membuat sayatan kecil dan sangat dangkal pada kulit. Cangkir kemudian dipasang kembali untuk menghisap sejumlah kecil darah.
  • Manfaat: Dipercaya dapat mengeluarkan racun dan darah statis yang menghambat aliran energi. Bekam basah sering digunakan untuk mengobati kondisi kulit, nyeri kronis, dan masalah peredaran darah.

 

3. Bekam Api (Fire Cupping)

 

Meskipun namanya terdengar ekstrem, bekam api adalah metode yang sangat efektif jika dilakukan oleh terapis yang berpengalaman.

  • Teknik: Terapis menggunakan bola kapas yang dibasahi alkohol dan menyalakannya sebentar di dalam cangkir. Nyala api dengan cepat membakar oksigen, menciptakan vakum. Cangkir lalu segera ditempelkan ke kulit. Api tidak pernah menyentuh kulit pasien.
  • Manfaat: Panas yang dihasilkan memberikan sensasi menenangkan dan relaksasi yang dalam. Teknik ini dianggap sangat efektif untuk mengatasi nyeri sendi, masalah pernapasan (seperti asma atau bronkitis), dan ketegangan otot yang kronis.

 

4. Bekam Bergerak (Moving/Sliding Cupping)

 

Jenis bekam ini menyerupai pijat relaksasi yang dalam.

  • Teknik: Terapis akan mengoleskan minyak (seperti minyak zaitun) pada kulit. Setelah cangkir ditempelkan dengan hisapan ringan, terapis akan menggeser atau menggerakkan cangkir di sepanjang jalur otot atau meridian tubuh.
  • Manfaat: Sangat efektif untuk memijat otot-otot besar, meredakan kekakuan, dan meningkatkan fleksibilitas. Ini sering digunakan oleh atlet untuk pemulihan dan pelemasan otot.

Memilih jenis bekam yang tepat sangat penting. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan terapis profesional untuk menentukan metode mana yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan dan tujuan terapi Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *