Lompat ke konten

Bekas Bekam: Mengapa Muncul, Apa Maknanya, dan Bagaimana Menghilangkannya?

Setelah menjalani terapi bekam, pemandangan bekas lingkaran merah atau ungu pada kulit adalah hal yang wajar dan seringkali menimbulkan pertanyaan. Apa sebenarnya bekas ini? Apakah berbahaya? Dan bagaimana cara menghilangkannya? Artikel ini akan mengupas tuntas rahasia di balik bekas bekam.

bekas bekam

Mengapa Bekas Bekam Muncul?

 

Bekas bekam adalah fenomena yang sepenuhnya normal dan merupakan tanda bahwa terapi telah bekerja. Secara ilmiah, bekas tersebut adalah memar lokal yang sangat dangkal. Hisapan kuat dari cangkir bekam menciptakan tekanan negatif yang menarik darah dari pembuluh kapiler kecil di bawah kulit ke permukaan. Proses ini menyebabkan pembuluh kapiler sedikit pecah, melepaskan darah ke jaringan sekitarnya, yang kemudian terlihat sebagai bekas lingkaran.

Bekas ini bukanlah “darah kotor” yang dikeluarkan, melainkan darah yang secara normal bersirkulasi, namun terperangkap di area tersebut akibat hisapan. Seiring waktu, tubuh akan menyerap kembali darah yang terperangkap ini, dan bekasnya akan memudar dan menghilang sepenuhnya, sama seperti memar biasa.

 

Apa Makna dari Warna Bekas Bekam?

 

Dalam praktik bekam tradisional, warna bekas sering kali diinterpretasikan sebagai indikator kondisi kesehatan di area tersebut. Meskipun ini bukan diagnosis medis yang pasti, interpretasi ini dapat memberikan petunjuk:

  • Merah Cerah: Menandakan peredaran darah yang relatif baik.
  • Merah Gelap atau Keunguan: Menunjukkan adanya stagnasi darah atau penyumbatan ringan. Semakin gelap warnanya, semakin lama stagnasi tersebut ada.
  • Biru atau Biru Kehitaman: Menandakan stagnasi yang lebih parah dan kronis, atau adanya paparan dingin (lembap) di area tersebut.
  • Sangat Pucat atau Tidak Ada Bekas: Menunjukkan sirkulasi darah yang sangat baik, yang mana tidak ada stagnasi darah yang ditarik ke permukaan.

 

Bagaimana Menghilangkan Bekas Bekam?

 

Tidak perlu khawatir, bekas bekam adalah efek sementara yang akan hilang dengan sendirinya. Namun, Anda bisa membantu mempercepat proses pemudarannya:

  1. Berikan Waktu: Bekas bekam umumnya akan memudar dalam 3 hingga 10 hari, tergantung pada seberapa kuat hisapan yang diberikan dan kondisi tubuh Anda.
  2. Tingkatkan Hidrasi: Minum banyak air putih membantu melancarkan sirkulasi dan memfasilitasi proses penyerapan kembali darah yang terperangkap.
  3. Gunakan Kompres Hangat: Setelah 24 hingga 48 jam pasca-bekam (saat kulit sudah tidak sensitif), Anda bisa mengompres area bekas dengan handuk hangat. Panas membantu meningkatkan aliran darah dan mempercepat pemudaran.
  4. Oleskan Minyak Alami: Mengoleskan sedikit minyak zaitun atau minyak esensial seperti lavender atau frankincense (kemenyan) bisa membantu pijatan ringan yang meningkatkan sirkulasi di area bekas. Lakukan ini dengan lembut, jangan menggosok terlalu keras.

Meskipun bekas bekam mungkin terlihat mencolok, itu adalah tanda visual bahwa terapi telah berhasil merangsang peredaran darah dan membantu tubuh dalam proses penyembuhan. Anggaplah bekas ini sebagai lencana sementara dari terapi yang bermanfaat bagi kesehatan Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *