Lompat ke konten

FAQ Bekam: Menjawab Pertanyaan Paling Umum Sebelum Anda Mencoba

Bekam, atau hijama, adalah salah satu terapi pengobatan tradisional yang semakin populer. Meski sudah ada sejak ribuan tahun lalu, banyak orang yang masih ragu dan memiliki berbagai pertanyaan. Jika Anda termasuk salah satunya, artikel ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan paling umum seputar bekam.

 

1. Apakah Bekam Itu Sakit?

 

Ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan. Bekam umumnya tidak terasa sakit. Saat proses penghisapan, Anda mungkin akan merasakan sensasi tertarik atau sedikit tekanan pada kulit, bukan rasa nyeri.

Untuk bekam basah, di mana kulit disayat sedikit untuk mengeluarkan darah kotor, rasa sakitnya sangat minim. Sayatan yang dibuat sangat dangkal, hampir seperti goresan kecil di permukaan kulit, sehingga rasa nyeri yang ditimbulkan jauh lebih ringan dibandingkan dengan rasa sakit akibat suntikan. Kebanyakan orang hanya merasakan sedikit sensasi geli atau tidak merasakan apa pun sama sekali.

 

2. Berapa Lama Proses Bekam Berlangsung?

 

Satu sesi bekam biasanya berlangsung antara 15 hingga 30 menit. Waktu ini mencakup persiapan, proses penghisapan dengan kop, dan pembersihan area bekam. Durasi bisa bervariasi tergantung pada kondisi pasien, jenis bekam yang dilakukan, dan jumlah titik yang ditargetkan.

 

3. Siapa Saja yang Sebaiknya Tidak Melakukan Bekam?

 

Meskipun aman untuk banyak orang, ada beberapa kondisi di mana bekam tidak disarankan:

  • Penderita hemofilia atau masalah pembekuan darah lainnya.
  • Orang dengan anemia berat.
  • Penderita penyakit kulit aktif seperti eksim atau psoriasis di area yang akan dibekam.
  • Wanita hamil, terutama pada trimester pertama.
  • Orang yang baru saja menjalani operasi.

Penting untuk selalu berkonsultasi dengan terapis bekam profesional dan tepercaya untuk memastikan Anda bisa menjalani terapi ini dengan aman.

 

4. Apa Perbedaan Antara Bekam Basah dan Bekam Kering?

 

Ada dua jenis bekam utama:

  • Bekam Kering: Menggunakan cangkir atau kop yang dipanaskan atau dihisap untuk menciptakan ruang hampa udara. Tujuannya adalah untuk menarik kulit dan jaringan di bawahnya, meningkatkan aliran darah. Tidak ada pengeluaran darah pada bekam jenis ini.
  • Bekam Basah: Diawali dengan bekam kering, kemudian dilanjutkan dengan membuat sayatan kecil di kulit. Darah yang keluar dipercaya sebagai darah kotor yang mengandung racun. Proses ini diyakini lebih efektif untuk detoksifikasi.

Keduanya memiliki manfaat masing-masing, dan terapis akan merekomendasikan jenis yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

 

5. Apakah Bekam Meninggalkan Bekas di Kulit?

 

Ya, bekam sering kali meninggalkan bekas lingkaran merah atau ungu pada kulit. Warna bekas ini bervariasi, tergantung pada seberapa kuat hisapan yang dilakukan dan kondisi aliran darah di area tersebut. Namun, bekas ini tidak permanen dan biasanya akan menghilang dalam waktu 3 hingga 10 hari.

Semoga jawaban-jawaban ini bisa membantu Anda lebih memahami terapi bekam dan meyakinkan Anda untuk mencoba pengobatan tradisional yang kaya manfaat ini.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *