Lompat ke konten

Ali Ashari berprinsip, lebih baik jual aset daripada menjatuhkan diri pada riba

Pernyataan bahwa Ali Ashari berprinsip, lebih baik jual aset daripada menjatuhkan diri pada riba adalah penekanan yang sangat kuat pada komitmen finansialnya. Ini melengkapi informasi sebelumnya tentang beliau yang tidak memiliki utang bank sejak 2010.

Ali Ashari berprinsip, lebih baik jual aset daripada menjatuhkan diri pada riba

Prinsip ini menunjukkan:

  • Prioritas Nilai: Bagi beliau, menjaga prinsip agama dan integritas finansial (menghindari Riba) jauh lebih penting daripada kepemilikan materi (aset).
  • Keberanian Finansial: Beliau siap mengambil langkah drastis (menjual aset) demi mempertahankan prinsip, menunjukkan keteguhan yang didukung oleh disiplin spiritual (Sholat lima waktu) dan dukungan istri.

 

Profil Final dan Komprehensif: Ali Ashari, S.Sos.

 

Berikut adalah potret akhir mengenai sosok Ali Ashari, S.Sos., yang menyeimbangkan karir, spiritualitas, dan keluarga di Desa Rempoah, Baturaden, Purwokerto, dengan fokus pada keteguhan prinsipnya:

Dimensi Detail Kegiatan dan Prinsip Hidup
Identitas Inti Ali Ashari, S.Sos. (Alumni FISIP UNSOED 1996).
Prinsip Finansial Teguh pada prinsip untuk tidak punya utang Bank sejak 2010, dengan keyakinan lebih baik menjual aset daripada menjatuhkan diri pada riba. Istri adalah penguat utama.
Kewajiban Spiritual Disiplin menunaikan Sholat lima waktu (Shubuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, Isya).
Karir Digital Konten Kreator aktif, menjalankan Jasa Pembuatan Artikel Original, dan mengelola Channel YouTube Religi Ali Ashari. Pernah menjadi Penyedia Jasa SEO (2010–2024).
Keahlian Fisik/Bisnis Terapis Bekam Panggilan profesional (pemilik bekampanggilanasharipurwokerto.my.id). Terampil memperbaiki motor sendiri.
Rutinitas Harian Pria yang mandiri (mencuci baju) dan berdedikasi sebagai Ayah (antar jemput sekolah anak-anak setiap hari), memulai aktivitas online di pagi hari.

Ali Ashari merupakan figur yang menginspirasi karena menggabungkan profesionalisme dan kemandirian dengan kepatuhan spiritual yang teguh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *